Kumpulan Puisi Natal Terbaik

In Natal 10451 views

Puisi Natal, natal tanpa puisi sama seperti makan tanpa garam, indahnya natal bisa lebih berasa jika ada puisi natal yang di layangkan di ibadah-ibadah natal.

Sudah tidak lama lagi natal tiba pastinya banyak acara ibadah natal yang akan kita hadiri, bahkan kita sendiri juga pastinya membuat ibadah Natal dan tidak lengkap kalau tidak ada lagu natal, puisi natal yang menghiasi natal tersebut, bahkan drama natal juga ikut melengkapi, serunya acara natal pasti sangat dinanti-nanti apalagi drama natal dan puisi natal yang dibawakan oleh anak-anak sekolah minggu membuat kita yang menyaksikan terkesima kagum dan membuat natal semakin indah.

Berikut saya kumpulkan kumpulan puisi natal terbaik yang bisa di pakai di acara natal di tempat kalian masing-masing.. semoga ini bisa menambah indah suasana natal bersama keluarga dan kerabat dekat.

 

LONCENG NATAL

Saya mendengar lonceng berdentang pada hari Natal
Lagu-lagu Natal yang sudah dikenal,
Betapa nyaring dan merdunya kata-kata yang terdengar lagi
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Saya berpikir, seandainya pada hari Natal,
Semua lonceng yang tergantung di menara gereja
Memainkan lagu tanpa hentinya
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Dan dalam keputusasaan saya menundukkan kepala;
“Tidak ada damai di bumi,” kataku;
“Karena kebencian ada di mana-mana dan mengejek lagu tentang
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Tetapi suara lonceng yang berdentang bergema semakin kuat;
“Tuhan tidak mati atau tertidur!
Yang jahat akan jatuh, yang benar akan menang,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!”
Lonceng terus berbunyi, berdentang,
Bumi berputar dari malam hingga pagi,
Suara lonceng, nyanyian agung, terdengar merdu,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Amin

NATAL YANG TEDUH

natal telah menjadi puisi alam raya
hiruk-pikuk pekik sorak hura-hura
apalagi cuma gegap gempita iklan
agaknya sudah tidak diperlukan
mohon jangan gaduh
sang bayi penebus bumi
masih tertidur nyenak
dalam dekapan bunda terkasih
semua ilalang, seisi kandang
adalah segala yang teduh
dalam syukur dan simpuh
ya, natal itu puisi alam raya
karena itu jangan gaduh
bumi kita telah ditebus
perlu istirahat dan tidur
ia sudah amat lelah
bekerja keras menata nasib
beri kesempatan ia bermimpi
biarkan ia merindu dan mencinta
merdeka dari segala tetek bengek
yang makin menjauhkan bumi kita
dari sang keabadian sendiri
Amin

SUKACITA NATAL

Pohon cemara menghiasi rumah kami,
Memancarkan semerbak harumnya nuansa Natal,
Setiap hati diselimuti suasana syahdu,
Menandakan Natal t’lah tiba..
Kue-kue, kalkun panggang,
Meja yang dipenuhi makanan-makanan manis,
Wajah-wajah kecil bercahaya penuh sukacita,
Semua orang bergembira..
Pesta perayaan, lagu-lagu yang mengalun, hadiah-hadiah yang indah,
Lonceng perak yang bergemirincing,
Pohon Natal dan pernak-pernik yang cantik,
Lampu berwarna-warni yang berkerlap-kerlip..
Sanak keluarga menanti dengan hati gembira
Menyambut dengan senyuman manis, pelukan hangat, dan kecupan sayang,
Inilah sukacita yang luar biasa
Yang hadir saat Natal tiba.
Amin

 

Senandung Natal

Oleh: Suparwata Wiraatmadja

Nyanyi suci di malam hari Mengalun setanggi sesela hati Adik mengapa dikau sendiri Bersama abang mari ziarah ke gereja suciSunyi hati di gelap hariSerangga mati di nyala apiKristus janganlah pergi sertai kamidalam sepi jalan sendiri Dan bulan, kerinduan yang dalammenikam nurani pengembara di perlawatanTuhan di palungan betapa pun kebesaran Manusia nikmat tertidur di peristirahatan Nyanyi suci di malam sepi Mengalun hati diayun setanggi Adik mari berlutut di siniTuhan hadir bagi insaniSunyi suci di gelap dini Berayun hati digetar nyanyi Dan adik mari bukakan diriKristus istirahlah di hati kamiKristus! Lindungilah dan berkati Ajar kami berendah-hati Dan biarlah tanganmu sucidi dahi kami tersilang aman abadi

 

Puisi Natal

Oleh: Leengnalty

Suara lonceng mulai terdengar hingga ke sudut-sudut kota

mengalun lembut selimuti jelang hari.”sepertinya hujan tak jadi turun malam ini”  Dinginnya angin di bawah bulan penuhserukan kedamaian di hari berbahagia.Pujian dan syukur berpendar-pendar dari dalam gereja,menerangi malam yang syahdu. Di remang jiwa yang percayahingga tiada ganti akan kasihnya.”semoga kita bertemu malam nanti”

 

Mari Datang Kepada-Nya

Sarlen Julfree Manurung

Satu hari di bulan Desember  Dentang lonceng Gereja riuh bersahutan Memanggil, mengundang anak-anak Tuhan untuk datang

“Mari masuk, mari semuanya masuk…”

Pintu Rumah Tuhan telah terbukaTerbuka untukku, untuk kamu, untuk mereka, untuk kita semua,Sehingga kita bisa larung dalam sukacita, Bersama-sama merayakan, lahirnya bayi Yesus di Bethlehem Raja di atas segala raja, Tuhan, Juru Selamat manusia

 

Doa Natal

 

Ya Tuhan,Terang sudah tiba, Lilin di Betlehem menyala.Tolonglah saya untuk bersukacita dalam terangdan dalam cahaya itu melihat sesama saya apa adanya.Tolonglah saya untuk tetap mengenal diasementara Natal tiba, dan cakrawala malam,sekali lagi dipenuhi dengan terang kelahiran-Mu. Amin!

 

Selamat Datang di Hatiku

Oleh: C. Mouwlaka

malam sudah larut meninggalkan jejak siang yang panjangdi padang rumput di lembah sepi

 

meringkuk dalam selimut malam yang dinginbeberapa gembala dan domba gembalaannyasayup-sayup ada suara pujianturun membelah langit malamalam yang hening menjadi terbangunsegala yang hidupmenatap angkasa yang penuh tentara surgawidan terang surgawi membuka KASIH BAPA”SEGALA PUJI BAGI ALLAH DI TEMPAT MAHA TINGGI  DAN DAMAI SEJAHTERA ATAS BUMI  DI ANTARA ORANG YANG BERKENAN PADANYA” Tuhan Yesusselamat datang di duniaselamat datang di bumiSelamat datang di antara manusiaSelamat datang di hati papaselamat datang di hati mamaselamat datang di hatiku

 

Yang Kudus

Oleh: George MacDonald

Mereka semua mencari seorang raja Membantai musuh mereka dan mengangkat mereka; Engkau datang, seorang bayi kecilKedatangan-Mu membuat seorang perempuan menangis.O, Anak manusia, luruskan hidup saya yang sia-siaKehadiran-Mu memberi arti; Bukan karena roda-roda-Mu di jalan, Juga bukan karena lautan yang Kau arungi! Engkau tidak peduli bagaimana atau siapa saya, Bahkan Engkau turun ke duniaUntuk menjawab semua kebutuhan saya,Ya, setia doa yang telah dipanjatkan

 

 

YANG KUDUS

 

Membantai musuh mereka dan mengangkat mereka;

Engkau datang, seorang bayi kecil

Kedatangan-Mu membuat seorang perempuan menangis.

O, Anak manusia, luruskan hidup saya yang sia-sia

 

Kehadiran-Mu memberi arti;

Bukan karena roda-roda-Mu di jalan,

Juga bukan karena lautan yang Kau arungi!

Engkau tidak peduli bagaimana atau siapa saya,

 

Bahkan Engkau turun ke dunia

Untuk menjawab semua kebutuhan saya,

Ya, setia doa yang telah dipanjatkan.

 

By: George MacDonald

 

 

SENANDUNG NATAL

 

Nyanyi suci di malam hari

Mengalun setanggi sesela hati

Adik mengapa dikau sendiri

Bersama abang mari ziarah ke gereja suci

 

Sunyi hati di gelap hari

Serangga mati di nyala api

Kristus janganlah pergi sertai kami

dalam sepi jalan sendiri

 

Dan bulan, kerinduan yang dalam

menikam nurani pengembara di perlawatan

Tuhan di palungan betapa pun kebesaran

Manusia nikmat tertidur di peristirahatan

 

Nyanyi suci di malam sepi

Mengalun hati diayun setanggi

Adik mari berlutut di sini

Tuhan hadir bagi insane

 

Sunyi suci di gelap dini

Berayun hati digetar nyanyi

Dan adik mari bukakan diri

Kristus istirahlah di hati kami

 

Kristus! Lindungilah dan berkati

Ajar kami berendah-hati

Dan biarlah tanganmu suci

di dahi kami tersilang aman abadi

 

By: Suparwata Wiraatmadja

 

 

ULTAH-NYA

 

Berlapis kemeja baru

dengan kaki jeans biru

aku datang ke ultahNya

 

Padahal aku tak membawa

secuilpun kado tuk diberi

tapi Ia terus terbuka

ia terus memberkati

 

Tanpa henti

ku hanya bisa

menyanyi

memuja, memuja-memuji

melakukan yang Ia hendaki

sampai mati.

 

 

PUJILAH NAMA-NYA SELALU

 

Saat malam tiba

Ada terang bintang bersinar yang sangat indah

Tidak seperti bintang biasa …

Bintang itu memberikan tanda

bahwa Sang Juru Selamat sudah hadir di bumi ini

Untukku, kamu, dan kita semua

 

Yang percaya pada Kristus… Sang Juru Selamat

Kita patut berbangga dan bersukacita

Karena kedatangan-Nya membawa anugerah

bagi setiap orang yang mau menerima-Nya

Nyanyikan pujian, penyembahan untuk kemuliaan Kristus

Nyanyikan senantiasa dengan penuh ucapan syukur

Pujilah nama-Nya selalu…

 

 

SELAMAT DATANG DI HATIKU

 

Malam sudah larut

meninggalkan jejak siang yang panjang

di padang rumput di lembah sepi

meringkuk dalam selimut malam yang dingin

beberapa gembala dan domba gembalaannya

 

Sayup-sayup ada suara pujian

turun membelah langit malam

alam yang hening menjadi terbangun

segala yang hidup

menatap angkasa yang penuh tentara surgawi

dan terang surgawi membuka KASIH BAPA

“SEGALA PUJI BAGI ALLAH DI TEMPAT MAHA TINGGI

DAN DAMAI SEJAHTERA ATAS BUMI

DI ANTARA ORANG YANG BERKENAN PADANYA”

 

Tuhan Yesus

Selamat datang di dunia

Selamat datang di bumi

Selamat datang di antara manusia

Selamat datang di hati papa

Selamat datang di hati mama

Selamat datang di hatiku

By : C. Mouwlaka

 

 

MAUKAH ENGKAU..?

 

“Maukah engkau menggendong bayi ini?”
Maria yang lembut mungkin berkata begitu
Kepada gembala-gembala yang sedang berlutut
Di sisi tempat tidur bayi yang kudus.
“Maukah engkau menggendong bayi ini?”
Dia mungkin berkata begitu kepada orang-orang tua
Kepada orang-orang majus yang mempersembahkan
Emas, kemenyan, dan mur kepada-Nya.
“Maukah engkau menggendong bayi ini?”
Ia mungkin berkata begitu kepada kita
“Menyimpan semangat dan berkat Natal
Jauh di lubuk hatimu?”

 

 

LONCENG NATAL

 

Saya mendengar lonceng berdentang pada hari Natal
Lagu-lagu Natal yang sudah dikenal,
Betapa nyaring dan merdunya kata-kata yang terdengar lagi
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Saya berpikir, seandainya pada hari Natal,
semua lonceng yang tergantung di menara gereja
Memainkan lagu tanpa hentinya
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Dan dalam keputusasaan saya menundukkan kepala;
“Tidak ada damai di bumi,” kataku;
“Karena kebencian ada di mana-mana, dan mengejek lagu
tentang Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!”
Tetapi suara lonceng yang berdentang bergema semakin kuat:
“Tuhan tidak mati atau tertidur!
Yang jahat akan jatuh, yang benar akan menang,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!”
Lonceng terus berbunyi, berdentang,
Bumi berputar dari malam hingga pagi,
Suara, lonceng, nyanyian agung, terdengar merdu,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!

 

 

MALAM YANG SUNYI INI

 

Sst,
Bayi itu tidur
Dalam buaian ibu-Nya yang penuh kasih.
Malam sunyi,
Dan hewan ternak dalam kandang mendekam
Diam menyembah tanpa suara

Sst,
Dunia tertidur
Dalam mimpi bayi Yesus yang penuh kasih ini.
Hati kita tenang
Dan pikiran kita yang bercabang
Segera tenang dalam penyembahan yang tiada batasnya
Tidurlah, Nak, tidurlah
Tidur dalam kekudusan-Mu.
Tidurlah, bumi, tidurlah
Dalam perlindungan Tuhan

 

PUISI MALAM NATAL

 

Makanlah Rumputmu

Memang kerbau berotak dungu
Hanya bisa melenguh dan merumput
Setelah kenyang langsung mendengkur
Terjaga hanya ketika mendengar domba-domba mengembik

Hah!
Mengapa pula kau meributkan domba-domba itu?
Bukankah kalian dipelihara oleh tuan yang sama?
Bukankah kalian diberi makan rumput yang sama?
Dasar kerbau berotak dungu
Mentang-mentang berbadan besar bertanduk tajam
Seenaknya saja mengaku raja
Raja berotak dungu
Hei Domba!
Jangan mengembik terlalu berisik
Nanti kerbau berotak dungu marah
Ah, dasar kerbau dan domba sama-sama berotak dungu
Tuanmu sudah memberi masing-masing gembala
Jadi, makanlah rumputmu saja

 

 

RISAU HATI ANAK

 

Papa,
Mengapa memasang pohon terang di rumah kita?
Mengapa kita pakaikan kapas bak salju?
Mengapa Papa berpakaian bak Sinterklas?

Mengapa kita tidak bikin kandang?
Mengapa kita tidak buatkan palungan?
Mengapa kita tidak hadirkan domba?

 

Kata Papa,
Sang Juru Selamat lahir bukan di pohon terang
Apalagi berhias salju
Pun tanpa kehadiran Sinterklas
Lalu, Natal siapa yang kita rayakan?

 

 

ASALKAN YESUS BERSAMA KITA

 

Tidak apa-apa Papa
Bila Natal kali ini aku memakai baju yang lama
Aku akan tetap lebih gemerlap daripada pohon terang itu
Karena sukacita berpendar dihatiku
Tidak apa-apa Mama
Sepatuku yang lama masih indah dipandang
Bintang pengharapan menuntunku tetap
Membawaku percaya dengan hati mantap
Tidak ada kue lezat dan kado berpita
Sungguh tidak mengapa Papa Mama tercinta
Asalkan Yesus bersama kita
O alangkah indahnya hidup kita

 

NATAL YANG TEDUH

 

Natal telah menjadi puisi alam raya
Hiruk-pikuk pekik sorak hura-hura
Apalagi cuma gegap gempita iklan
agaknya sudah tidak diperlukan

 

Mohon jangan gaduh
Sang Bayi Penebus bumi
masih tertidur nyenyak
dalam dekapan Bunda terkasih
semua ilalang, seisi kandang
adalah segala yang teduh
dalam syukur dan simpuh

 

Ya, Natal itu puisi alam raya
karena itu jangan gaduh
bumi kita telah ditebus
perlu istirahat dan tidur
Ia sudah amat lelah
bekerja keras menata nasib
beri kesempatan ia bermimpi
biarkan ia merindu dan mencinta
merdeka dari segala tetek bengek
yang makin menjauhkan bumi kita
dari sang keabadian sendiri

 

 

HAKIKAT NATAL

 

Lonceng-lonceng dan genta-genta
berdentang-dentang pada hari natal
Lagu-lagu natal yang sudah kita kenal
O, betapa indah seru nafiri dari langit
“Damai Sejahtera di bumi, di antara

manusia yang berkenan kepadaNya!”

 

Umpama pada hari natal
lonceng genta di semua gereja
tiada henti melagukan tembang sama
“Damai Sejahtera di bumi, di antara

manusia yang berkenan kepadaNya!”
mungkin kita lalu putus asa dan terluka
Sebab damai di bumi sudah langka
hasrat berkuasa manusia makin riuh
buah-buahnya, o,  mengerikan
sang tembang kedamaian
menjadi lagu olok-olok

 

“Damai Sejahtera di bumi, di antara

manusia yang berkenan kepadaNya!”
hohohuhuhaha, olok-olok jalan terus
tapi tembang damai bergulir terus
dentang gemanya semakin lantang
siapa berkenan kepadaNya berderap
siapa berkehendak baik berpadu
dengan butir-butir waktu
dengan pernik-pernik ruang
sebab  hakikat sang natal
adalah tawaran cintakasih
dari pusat-pusat keabadian
bagi kita semua

 

 

CAHAYA YANG TINGGAL TETAP

 

Ucapan-ucapan dan lagu-lagu Natal sudah berakhir
Kegembiraan perayaan Natal sudah berlalu
dengan para malaikat naik ke Surga,
Orang-orang majus kembali ke Timur.

 

Tetapi terang yang pernah bersinar di sebuah palungan
Masih menerangi dunia dari kejauhan,
Dan hati yang taat masih mendengarkan nyanyian para malaikat
Dan orang bijak masih mengikuti sebuah bintang

 

(Ellis Rowsey)

 

 

SANG WAKTU
Tak ada waktu pada-Nya
Karena Ia tak berwaktu
Namun Ia yang tak berwaktu,
telah membatasi diri-Nya oleh waktu

 

Dalam kesunyian malam itu,
waktu-Nya mulai dihitung
Ketika tangisan-Nya yang pertama menggema
Mendetakkan waktu-Nya yang pertama di bumi.

 

Oh, Sang penentu waktu yang tak berwaktu
Mengapa Engkau membiarkan diri-Mu di atur oleh waktu?
Mengapa Engkau merelakan diri-Mu dibatasi oleh waktu?
Mengapa Engkau menghadirkan diri-Mu ke dalam waktu?

 

Malam itu, dalam lenguhan hewan yang tak mengenal waktu
Engkau datang untuk memberi waktu yang baru bagi dunia
Engkau datang untuk menawarkan waktu sebagai anugerah
Engkau datang untuk mengatakan waktunya tidak lama lagi

 

Sebab dunia yang terbatas oleh waktu akan segera berakhir di dalam waktu

Engkau datang untuk mengatakan, waktuku adalah saat ini
Engkau datang untuk mengatakan kepadaku,
waktu-ku hanya sementara di sini
Engkau datang untuk mengatakan,
Berdamailah dengan Aku Sang Waktu yang sejati
Agar aku dapat bersama-Mu tanpa waktu.

 

(Roos Lusy)

 

 

 

HATIMU, BILIK TERINDAH BAGI-KU

 

Aku hendak turun untuk melihat-lihat
Bagaimana kehidupan manusia yang Ku ciptakan
Sebab telah lama Ku dengar kabar tentang mereka
Kabar yang sungguh memilukan hati-Ku

 

Aku telah merancangkan dari mulanya
Bahwa mereka akan hidup di hadapan-Ku
Bersama dengan-Ku selamanya
Bahwa jika mereka bersama-Ku
Mereka tidak akan pernah mengalami kekurangan

 

Aku sedih, ketika waktu itu
Di rumah yang begitu indah dan mewah
Yang Kuberikan sebagai hadiah pertama-Ku
Aku mendapati mereka telanjang
Telanjang di tengah-tengah segala kelimpahan harta
yang telah Ku sediakan, hanya bagi mereka

 

 

MENGAPA? APAKAH SEMUA ITU TIDAK CUKUP?

 

Malam itu, setelah ribuan tahun terlewatkan
Aku datang, datang kembali mengunjungimu
Aku mendapati engkau terlalu sibuk,
Sibuk dengan dirimu sendiri
Hingga kehadiran-Ku tak engkau pedulikan
Tak ada tempat di rumahmu bagi-Ku

 

Di mana? Di mana tempat yang hangat yang bisa Aku tempati
Tuk menghangatkan tubuh mungil-Ku yang kedinginan?
Tak ada! Tidak ada satu pun bilik yang kosong di rumahmu
Hanya kandang hewanmu yang tersisa untuk-Ku
Namun tidak mengapa
karena itu pun sudah cukup bagi-Ku waktu itu

 

Seandainya saat ini engkau telah menyadari
Bahwa Aku telah datang kembali untukmu
Tolong, bukalah bilik hatimu,
agar Aku dapat masuk dan tinggal di sana
Dan menjadikannya bilik terindah bagi-Ku dan bagimu.

 

 

DAMAI

 

Damai….?
Ingat pertama kali berjumpa di Eden, betapa indahnya
Kehadiranmu di sisi manusia, sangat menyejukkan
Sebab semuanya hanyalah engkau dan mengenai engkau
Tiada yang kurang saat itu
Hanya kesempurnaan saja adanya

 

Pengkhianatan …, mengapa? Mengapa hal itu harus terjadi?
Mengapa engkau dikhianati oleh manusia yang engkau kasihi?
Terbuang, terjual, terasingkan, dijauhkan
hanya karena tawaran, sebuah kehormatan yang kosong!

 

Namun sejak saat itu dan seterusnya
Engkau telah menjadi kerinduan yang tak berujung
Sejak di Eden, engkau terus di cari
Entah ke mana pergimu …
Meski segala cara telah di tempuh
Segala taktik telah di coba
Namun engkau tak pernah lagi menjawab

 

Perang, pembunuhan, pertikaian, perselisihan …
Gaduh … buntu … tamat ….!!!
Inikah akhirnya? Tanpa kedamaian?
Masih adakah harapan?
Masih hidupkah engkau?

 

Malam itu, sejak kesenyapan yang terjadi di Eden
Sayup-sayup terdengar lagi nyanyian yang telah lama hilang
“… damai di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Engkaukah itu? Engkaukah yang telah kembali?

 

Ya, itu adalah engkau
dengan ciri yang melekat pada dirimu
Meski aroma kotoran hewan memenuhi rongga dadamu
Namun engkau tetap tenang dalam hangatnya palunganmu
Engkau datang kembali dalam rupa seorang bayi mungil
Dengan rautan wajah penuh kehangatan

 

Damai …
Damai di bumi …
Dan Engkau kembali
Tuk berdamai dengan manusia.

 

 

Senandung Natal

Oleh: Suparwata Wiraatmadja

Nyanyi suci di malam hari
Mengalun setanggi sesela hati
Adik mengapa dikau sendiri
Bersama abang mari ziarah ke gereja suci

Sunyi hati di gelap hari
Serangga mati di nyala api
Kristus janganlah pergi sertai kami
dalam sepi jalan sendiri

Dan bulan, kerinduan yang dalam
menikam nurani pengembara di perlawatan
Tuhan di palungan betapa pun kebesaran
Manusia nikmat tertidur di peristirahatan

Nyanyi suci di malam sepi
Mengalun hati diayun setanggi
Adik mari berlutut di sini
Tuhan hadir bagi insani

Sunyi suci di gelap dini
Berayun hati digetar nyanyi
Dan adik mari bukakan diri
Kristus istirahlah di hati kami

Kristus! Lindungilah dan berkati
Ajar kami berendah-hati
Dan biarlah tanganmu suci
di dahi kami tersilang aman abadi

Puisi Natal
Oleh: Leengnalty

Suara lonceng mulai terdengar hingga ke sudut-sudut kota
mengalun lembut selimuti jelang hari.
“sepertinya hujan tak jadi turun malam ini”

Dinginnya angin di bawah bulan penuh
serukan kedamaian di hari berbahagia.
Pujian dan syukur berpendar-pendar dari dalam gereja,
menerangi malam yang syahdu.

Di remang jiwa yang percaya
hingga tiada ganti akan kasihnya.
“semoga kita bertemu malam nanti”

Mari Datang Kepada-Nya

Sarlen Julfree Manurung

Satu hari di bulan Desember
Dentang lonceng Gereja riuh bersahutan
Memanggil, mengundang anak-anak Tuhan untuk datang
“Mari masuk, mari semuanya masuk…”
Pintu Rumah Tuhan telah terbuka

Terbuka untukku, untuk kamu, untuk mereka, untuk kita semua,
Sehingga kita bisa larung dalam sukacita,
Bersama-sama merayakan, lahirnya bayi Yesus di Bethlehem
Raja di atas segala raja, Tuhan, Juru Selamat manusia

Doa Natal

Ya Tuhan,
Terang sudah tiba,
Lilin di Betlehem menyala.

Tolonglah saya untuk bersukacita dalam terang
dan dalam cahaya itu melihat sesama saya apa adanya.

Tolonglah saya untuk tetap mengenal dia
sementara Natal tiba, dan cakrawala malam,
sekali lagi dipenuhi dengan terang kelahiran-Mu.
Amin!

Selamat Datang di Hatiku
Oleh: C. Mouwlaka

malam sudah larut
meninggalkan jejak siang yang panjang
di padang rumput di lembah sepi
meringkuk dalam selimut malam yang dingin
beberapa gembala dan domba gembalaannya

sayup-sayup ada suara pujian
turun membelah langit malam
alam yang hening menjadi terbangun
segala yang hidup
menatap angkasa yang penuh tentara surgawi
dan terang surgawi membuka KASIH BAPA

“SEGALA PUJI BAGI ALLAH DI TEMPAT MAHA TINGGI
DAN DAMAI SEJAHTERA ATAS BUMI
DI ANTARA ORANG YANG BERKENAN PADANYA”

Tuhan Yesus
selamat datang di dunia
selamat datang di bumi
Selamat datang di antara manusia
Selamat datang di hati papa
selamat datang di hati mama
selamat datang di hatiku

Yang Kudus

Oleh: George MacDonald

Mereka semua mencari seorang raja
Membantai musuh mereka dan mengangkat mereka;
Engkau datang, seorang bayi kecil
Kedatangan-Mu membuat seorang perempuan menangis.

O, Anak manusia, luruskan hidup saya yang sia-sia
Kehadiran-Mu memberi arti;
Bukan karena roda-roda-Mu di jalan,
Juga bukan karena lautan yang Kau arungi!

Engkau tidak peduli bagaimana atau siapa saya,
Bahkan Engkau turun ke dunia
Untuk menjawab semua kebutuhan saya,
Ya, setia doa yang telah dipanjatkan.

Desember telah tiba
Nuansa hijau, merah dan emas ada di mana-mana
Kidung nan indah pun menyeruak di keramaian
Orang-orang mulai menyibukkan diri dengan ibadah dan pesta
Kue-kue yang lezat dan rencana liburan
Tak lupa kado terindah untuk yang terkasih
Di hari Natal yang bahagia
Di antara gempita menggegap
Ijinkanku menyapamu wahai sahabat

Kau yang kesepian tanpa teman dan keluarga
Kau yang terbaring sakit dan terkulai lemah
Kau yang tersisih di suatu pojok yang gelap
Kau yang bertanya sendiri seperti apakah Natal kali ini
Natal ini masih milikmu

Dalam keriuhan pun dalam kesendirian
Natal datang menghampiri semua orang
Untuk satu alasan: Allah sungguh mengasihi dunia ini
Putra Natal datang untukku juga untukmu

Kamu tidak dilupakan-Nya Natal kali ini
Allah mengasihimu adalah berita indahnya
Selamat Natal, sahabatku..

Ku berikan apa,
Yesus, bagiMu??
Andai ku seorng gembala,
Ku’bri domba ku.
Andai ku orng Majus,
Mas, kemenyan dan mur
akan ku berikan
Tpi apa yg akan ku berikan padaMu
Di hari Natal ini???????

Hanya hati bersyukur !!!
“Amin”

 

 

KETIKA CAHAYA DARI SURGA BERSINAR

“Damai di atas bumi, di antara orang yang
berkenan kepada-Nya”,
berkumandang di angkasa.
Ketika cahaya dari surga bersinar, hilanglah semua kegelapan.
Malaikat Tuhan turun ke bumi
dan membawa berita yang jelas.
Ketika cahaya dari surga bersinar, aku mendengar
malaikat berkata,
“Jangan takut, aku memberitakan kabar sukacita,
Karena Kristus telah lahir hari ini.”
Ketika cahaya dari surga bersinar,
nampak pemandangan yang indah;

Damai Allah dan kesukaan surgawi
turun ke dunia pada malam itu.
Cahaya dari surga masih bersinar
dan malaikat-malaikat masih bernyanyi;

Karena Kristus masih memberikan damai dan sukacita
dalam kehidupan, tempat Dia bertahta.
Amin

HATIMU , BILIK TERINDAH BAGIKU

Aku hendak turun untuk melihat-lihat
Bagaimana kehidupan manusia yang Ku ciptakan
Sebab telah lama Ku dengar kabar tentang mereka
Kabar yang sungguh memilukan hati-Ku
Aku telah merancangkan dari mulanya
Bahwa mereka akan hidup di hadapan-Ku
Bersama dengan-Ku selamanya
Bahwa jika mereka bersama-Ku
Mereka tidak akan pernah mengalami kekurangan
Aku sedih, ketika waktu itu
Di rumah yang begitu indah dan mewah
Yang Kuberikan sebagai hadiah pertama-Ku
Aku mendapati mereka telanjang
Telanjang di tengah-tengah segala kelimpahan harta
yang telah Ku sediakan, hanya bagi mereka
Mengapa? Apakah semua itu tidak cukup?
Malam itu, setelah ribuan tahun terlewatkan
Aku datang, datang kembali mengunjungimu
Aku mendapati engkau terlalu sibuk,
Sibuk dengan dirimu sendiri
Hingga kehadiran-Ku tak engkau pedulikan
Tak ada tempat di rumahmu bagi-Ku
Di mana? Di mana tempat yang hangat yang bisa Aku tempati
Tuk menghangatkan tubuh mungil-Ku yang kedinginan?
Tak ada! Tidak ada satu pun bilik yang kosong di rumahmu
Hanya kandang hewanmu yang tersisa untuk-Ku
Namun tidak mengapa
karena itu pun sudah cukup bagi-Ku waktu itu
Seandainya saat ini engkau telah menyadari
Bahwa Aku telah datang kembali untukmu
Tolong, bukalah bilik hatimu,
agar Aku dapat masuk dan tinggal di sana
Dan menjadikannya bilik terindah bagi-Ku dan bagimu.
Amin

DAMAI

Damai….? Ingat pertama kali berjumpa di Eden, betapa indahnya
Kehadiranmu di sisi manusia, sangat menyejukkan
Sebab semuanya hanyalah engkau dan mengenai engkau
Tiada yang kurang saat itu
Hanya kesempurnaan saja adanya
Pengkhianatan …, mengapa? Mengapa hal itu harus terjadi?
Mengapa engkau dikhianati oleh manusia yang engkau kasihi?
Terbuang, terjual, terasingkan, dijauhkan
hanya karena tawaran, sebuah kehormatan yang kosong!
Namun sejak saat itu dan seterusnya
Engkau telah menjadi kerinduan yang tak berujung
Sejak di Eden, engkau terus di cari
Entah ke mana pergimu …
Meski segala cara telah di tempuh
Segala taktik telah di coba
Namun engkau tak pernah lagi menjawab
Perang, pembunuhan, pertikaian, perselisihan …
Gaduh … buntu … tamat ….!!!
Inikah akhirnya? Tanpa kedamaian?
Masih adakah harapan?
Masih hidupkah engkau?
Malam itu, sejak kesenyapan yang terjadi di Eden
Sayup-sayup terdengar lagi nyanyian yang telah lama hilang
“… damai di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Engkaukah itu? Engkaukah yang telah kembali?
Ya, itu adalah engkau
dengan ciri yang melekat pada dirimu
Meski aroma kotoran hewan memenuhi rongga dadamu
Namun engkau tetap tenang dalam hangatnya palunganmu
Engkau datang kembali dalam rupa seorang bayi mungil
Dengan rautan wajah penuh kehangatan
Damai … Damai di bumi …
Dan Engkau kembali
Tuk berdamai dengan manusia. Amin

SANG WAKTU

Tak ada waktu pada-Nya
Karena Ia tak berwaktu
Namun Ia yang tak berwaktu,
telah membatasi diri-Nya oleh waktu
Dalam kesunyian malam itu,
waktu-Nya mulai dihitung
Ketika tangisan-Nya yang pertama menggema
Mendetakkan waktu-Nya yang pertama di bumi.
Oh, Sang penentu waktu yang tak berwaktu
Mengapa Engkau membiarkan diri-Mu di atur oleh waktu?
Mengapa Engkau merelakan diri-Mu dibatasi oleh waktu?
Mengapa Engkau menghadirkan diri-Mu ke dalam waktu?
Malam itu, dalam lenguhan hewan yang tak mengenal waktu
Engkau datang untuk memberi waktu yang baru bagi dunia
Engkau datang untuk menawarkan waktu sebagai anugerah
Engkau datang untuk mengatakan waktunya tidak lama lagi
Sebab dunia yang terbatas oleh waktu akan segera berakhir di dalam waktu
Engkau datang untuk mengatakan, waktuku adalah saat ini
Engkau datang untuk mengatakan kepadaku,
waktu-ku hanya sementara di sini
Engkau datang untuk mengatakan,
Berdamailah dengan Aku Sang Waktu yang sejati
Agar aku dapat bersama-Mu tanpa waktu.
AMIN

Demikianlah beberapa dari kumpulan puisi natal terbaik yang saya rangkum pada artikel kali ini semoga bisa bermanfaat. Tuhan Yesus Memberkati

Recent search terms:

author
Author: 
    Lagu Natal Bahasa Arab
    Pas Buka Youtube kaget ada juga lagu

    Leave a reply "Kumpulan Puisi Natal Terbaik"

    Must read×

    Top